Merindukanmu

0 Comments
Assalamualaikum kamu yang disana, kuucapkan salam rindu padamu yang tak tahu entah dimana. Ibarat pepatah 'Seperti pungguk merindukan rembulan' namun pungguk masih dapat melihat rembulan. Bagai siang dan malam, namun siang masih bertemu malam di kala senja tiba. Merindukanmu cukup melelahkan, namun apadaya ku yang hanyalah hamba dengan banyak kekurangan di dalamnya.
Merindukanmu adalah salah satu bagian dari hidupku yang harus aku syukuri bagaimanapun keadaanku. Andai rindu ini dapat beristirahat sejenak, akan aku letakkan ia untuk mengurangi sesak di dada yang terkadang membuat aku menangis hanya untuk sebentar saja. Namun aku tak bisa, rindu ini masih menggelayutiku mencari tempat aman dalam tidurku hingga aku terbangun kembali. Andai saja ada sebuah pesan yang lebih nyata dari 'doa' dan yang dapat terlihat jelas dari 'angan-angan' maka aku ingin mengirimkan semua pesan rinduku ini padamu sekarang. Lagi-lagi semua itu tak dapat kulakukan karena aku tak tau kau dimana. Andai saja Penjaga hatiku menunjukkan dirimu, aku takkan merindu seperti ini.
Hanya saja aku harus bersabar sedikit lagi untuk bertemu denganmu, melepaskan rinduku padamu, bermandikan airmata bahagia dipelukanmu nanti. Memang saat ini aku dalam kebingungan hebat, manakah manusia yang dapat menjagaku setulus orangtuaku, manakah manusia yang dapat menuntunku untuk lebih dekat dengan Penjaga hatiku disaat aku rapuh, manakah manusia yang tidak merusak hidup kakak kebanggaan adikku.
Dunia ini terlalu sepi untuk kutangisi sendiri tanpa dirimu. Aku percaya, sekarang dirimu masih melewati ujian memperbaiki diri untukku, untuk menjadi imamku, untuk menjadi ayah dari keturunanku. Dan aku pun begitu. Kelak ketika kita bertemu, aku akan mengenalimu bahwa kau lah memang seseorang yang diciptakan untuk menyempurnakan diriku.
Aku merindukanmu. Jodohku.



You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.