Untitled

0 Comments
Merasakan semilir angin malam di kota kelahiran membuatku merasakan kembali ingatan lama yang sedikit demi sedikit menyeruak menampakkan dirinya. Aku telah melupakannya sejak setahun belakangan ini, semenjak kita tak pernah bertemu kembali. Aku pikir, aku telah keluar dari belenggu masalalu yang pernah menjerat kehidupanku di masa sekolah. Terkadang aku sering tersenyum mengingat dulu kenangan-kenangan manis bersamamu, hingga tidur mengantarku. Namun aku tahu, mungkin sekarang kau juga telah melupakan aku seperti yang ku lakukan padamu selama ini. Aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri, karena aku menganggapmu sebagai luka lama yang teramat susah untuk disembuhkan. Andai kau tahu, sekarang aku merindukanmu. Sungguh aku ingin bertemu denganmu hanya untuk sekedar bersapa 'hai' dan bertanya kabarmu.  
Entah apa yang direncanakan Allah SWT selanjutnya aku tak tahu, hanya ini yang ku rasakan sekarang. Walaupun perasaan ini tak sesempurna dulu, tapi aku hanya ingin melihatmu. Hanya itu rob. Aku sangat mengeri, merindukan orang yang telah melupakan kita sangatlah sulit adanya. Aku bahkan dulu pernah berjuang, namun sekarang tidak untuk di bahas lagi.
Aku ingin berteman lagi dengan mu, aku akan sangat bahagia bila doa ku ini terkabulkan oleh Tuhan ku Allah SWT.


You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.