0 Comments

Secuil Kisahku..


Jangan salahkan aku jika aku seperti ini terhadapmu sekarang! Karena dirimu aku menjadi seperti diriku sekarang. Kau telah mengubah lebih dari 60% bagian dari sifatku, sikapku, dan hidupku. Aku yang dulu tak peduli dengan apa yang  dikatakan orang terhadapku, yang dulu hanya seorang gadis lugu yang mengenal cinta hanya sebatas suka saja. Tak mengenal apa arti kecewa karena seseorang yang paling kita sayang, dan tak mengenal apa arti kata dendam sakit hati.

Mungkin sampai sekarang kau hanya bisa menyalahkanku atas apa yang telah terjadi di masa lampau maupun masa kini. Kau tak pernah melihat kekuranganmu, yang kau tunjukkan padaku hanyalah kelebihanmu yang tak kumiliki. Sehingga kau dapat merendahkanku seenak hati dengan kata-katamu yang manis itu.

Akupun tak pernah tau, sebenarnya apa yang kau inginkan dariku selama ini? Kau dulu datang begitu saja di kehidupanku, memujaku, membelaiku dengan kasih sayangmu yang sekarang ku anggap hanya perasaan semu belaka. Tapi setelah kau menjadikanku benar-benar jatuh cinta denganmu, benar-benar menyayangimu dengan tulus dan kepercayaan yang tak terhitung banyaknya. Kau campakkan aku begitu saja, kau buang aku dengan perasaan tak iba, kau tak tau kan bagaimana rasa sakit yang ku rasakan selama itu?? Kau tak tau kan bagaimana aku menjalani hidupku dengan melihatmu tersenyum bersama orang lain?? Kau bahkan tega menyakiti perasaanku dengan cerita-cerita yang kau rangkai hanya untuk alasan perpisahan kita kepada teman-temanmu.

Kau tau apa yang hanya bisa aku lakukan saat itu?? MENANGIS!!

Ya! Hanya itu yang dapat aku perbuat, hanya itu yang dapat aku lakukan! Berusaha mencari apa kekuranganku? Apa kesalahanku? Sehingga kau begitu jijik kepadaku. Memang aku tak pernah marah, tak pernah curiga, tak pernah melarangmu untuk melakukan apa saja yang kau mau termasuk berhubungan dekat dengan orang lain. Karena yang aku inginkan saat itu hanyalah KEBAHAGIAANMU, tak lebih dari itu. Kau pun sebaliknya melakukan hal seperti itu kepadaku, tak pernah marah, tak pernah mengekangku. Namun aku tak tau alasanmu melakukan hal itu, entah alasan kebahagiaanku juga atau memang kau tak mau mempedulikanku.

Tapi ternyata yang kau lakukan padaku?? Kau mengkhianati kepercayaanku, mengkhianati janji yang kau ucap sendiri, dan menghancurkan impian bersamamu untuk waktu yang ku punya.
Setelah kau lebih memilih oranng lain untuk menjagamu, aku bisa menerima keputusanmu karena aku yakin dia lebih mampu menjagamu daripada aku. Namun kadang aku terlalu munafik untuk mengatakan “aku ikhlas kok kamu sama dia.” Itu bukan berati aku melupakanmu semudah membalikkan telapak tangan, namun melupakanmu seperti mengingat seseorang yang tak pernah aku kenal.

 Jika aku dapat memilih, aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu daripada harus melupakanmu, karena melupakan adalah hal yang paling sulit setelah mengingat, dalam hidupku.
10 bulan, waktu yang mungkin dapat aku tempuh dengan perasaan kosong, dengan secuil sisa-sisa ingatan tentang kenangan manis yang pernah kita lakukan. Aku memilih seseorang yang rela mengorbankan waktunya untuk membuat hari-hariku lebih berwarna, dan memapah aku bangkit dari keterpurukanku karenamu. Dia rela menumpahkan airmatanya, rela menahan sakit hatinya jika aku mulai mengingatmu. Aku tak tau sudah berapa banyak lagi dia patah hati karena ulahku, ulahku yang terkadang masih ingin mengetahui jalan hidupmu dengannya, yang terkadang masih ingin mengetahui kabarmu dengannya.

Menginjak bulan ke-11 aku mulai tak percaya aku bisa berhubungan baik lagi denganmu, tersenyum kala membaca smsmu, tersipu saat kau menatapku. Namun apa yang kurasa tak seperti dulu, tak sesempurna dulu, tak seyakin dulu. Perasaanku sedikit demi sedikit telah mengikis, kau datang lagi di kehidupanku, membuat aku tersenyum kembali walau kau tak sepenuhnya kembali kepadaku. Setidaknya kau dapat sedikit menebus rasa rindu yang selama ini ku pendam dan tak tersampaikan, mengisi kekosongan hati yang tak ku hiraukan.

Tapi semua itu tak berjalan cukup lama, kau buang aku lagi, kau campakkan aku yang keduakali, kau salahkan aku lagi atas apa yang terjadi. Andai kau tau apa yang kurasa, sebuah kekecewaan yang menderu, karena kau begitu berat melepaskan dia karena aku, dibanding kau dulu begitu mudah membuang aku karena dia. Kau tak perlakukan aku seperti itu dulu, memberi kesempatan untuk mempertahankanmu, menarikmu kembali kepadaku. Aku merasakan begitu besar perbedaan kau yang dulu padaku dengan kau yang sekarang padanya.

Dan sekarang, aku tak lagi banyak berharap kepadamu, aku enggan mengusikmu lagi jika kaupun tak mau lagi berhubungan denganku. Aku tak kan pernah bisa memaksamu untuk mencintaiku, entah dulu kau benar-benar mencintaiku atau tidak, dan sekarangpun akan tetap seperti itu. Kau pernah bilang padaku dengan melihatku tersenyum kau akan bahagia, aku harap kau sadar saat mengucapkan itu padaku.

Hingga saat ini pun aku masih tak percaya jika kau bisa sejahat itu padaku, sejujurnya dalam lubuk hati aku percaya kau tak begitu, tak pernah menyakiti, tak pernah mempermainkan walau kenyataannya kau.lah itu. Terkadang banyak orang bilang padaku, aku adalah perempuan bodoh jika tetap menyayangimu, dan kau tau apa jawabanku? Aku hanya bisa menjawabnya dengan SENYUMAN dan berkata “aku nggak pernah bisa benci ataupun marah, karena disinilah kelemahanku.”

By: @riafida



You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.