Hati ini..

0 Comments
Masa remajaku memang telah usai. Masa dimana Engkau mempermainkan hatiku sedemikian rupa. Hingga aku ingin tumbuh menjadi dewasa dengan lebih cepat. Aku tau Kau telah mengabulkan doaku, aku berjalan sesuai dengan rencanaku dan izin-Mu. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih atas hal itu. Tapi kenapa setelah aku mulai memikirkan masa depanku, membahagiakan keluargaku, dan tak menggubris masalah hatiku, Kau malah membuatku menjadi seperti ini. Sejujurnya aku lelah dengan semua yang kurasakan selama ini Ya Rabb. Engkau kembali mempermainkan hatiku lagi. Membolak-baliknya kembali. Menjadikan ku seorang yang plin-plan dan tak tau diri. Apa yang harus kulakukan?.. Aku hanya ingin berteman dengan siapapun. Sampai kapan aku harus berpura-pura bahagia bahkan tiap malam aku merasakan kesedihan. Aku sudah lelah menghibur teman-temanku untuk tertawa padahal aku sendiri menangis. Cinta sepihak. Perasaan bersalah. Kenangan masa lalu yang menyakitkan. Semua itu seakan menyerangku secara bersamaan. Apa itu saja tak cukup untuk mengujiku atau menghukumku, Tuhan? Aku mohon, aku hanya butuh dia sebagai sahabat. Hanya sebagai sahabat saja. Jangan timbulkan apa-apa di antara kita. Aku tak ingin berjalan menjauh darinya dan begitu pula sebaliknya. Ya Allah aku mohon, kali ini biarkan aku menggapai impianku tanpa melibatkan hati di perjalananku. Biarkan aku menuju tujuan utamaku untuk membahagiakan keluargaku. Aku serahkan hatiku kepada-Mu Allah, seluruhnya. Ambil semua perasaan ini hingga masa hijrahku berakhir di jodohku nanti. Terkadang aku ingin menjadi orang yang tak tau apa-apa mengenai orang-orang disekelilingku. Tapi sungguh karunia dari-Mu itu tak dapat ku ingkari, bagaimanapun caranya aku harus selalu mencari cara untuk berpura-pura tak tau. Tuntunlah aku Ya Rabb utnuk menjadi orang yang lebih baik, yang tak menyakiti hati siapapun. Dan segera hilangkan perasaan orang-orang yang mengasihiku jika Kau tak mengijinkan aku tuk membalasnya. Karena sesungguhnya tak bisa membalaspun juga rasa sakitnya luar biasa.


You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.