Penyesalan atau apa??

0 Comments
Mengapa kau pergi disaat aku mulai mencintaimu???

Pertanyaan itu terus saja menghantui pikiranku hingga saat ini, namun aku sendiri tak tahu kenapa bisa seperti itu. Mungkin jika kebanyakan orang sering mengatakan kalau cinta itu bisa datang karena terbiasa, sekarang aku berkata “benar”.

Ya! Benar! Cintaku datang disaat aku sudah terbiasa denganmu. Tapi disaat kebiasaan itu datang bersama cinta, kamu malah membuat aku merasa sudah saatnya aku mengakhiri hubungan ini.  Entah saat itu apa yang aku pikirkan tentangmu, entah aku merasa takut luka yang lalu terulang kembali atau aku merasa tak ada lagi perasaan denganmu. Yang jelas aku ingin mengakhiri semuanya.


Benarkah cintaku datang bukan pada waktu yang tepat?? Atau mungkin lebih jelasnya terlambat?? Kurasa iya!


Penyesalan memang selalu berada di penghujung, dan jauh hari aku sudah memikirkan itu. Karena disetiap tindakan kita akan mengalami sebuah masa yang namanya ‘penyesalan’ dan itu sebuah hal yang wajar akan terjadi. Memang aku merasakan cintaku kali ini berbeda dari sebelumnya, walau sering aku mengumbar kalau cintaku yang dulu lebih besar dari sekarang.


Tapi entah dari mana aku merasakan ada keikhlasan kali ini, keikhlasan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Jika dulu aku begitu sakit melihat orang yang aku sayang tersenyum bersama oranglain, kini aku merasa bahagia ketika melihat orang yang aku sayang tersenyum bersama oranglain.


Apakah ini yang disebut keikhlasan dalam mencintai????


Benarkah aku sudah mencintainya?? Mungkin pertanyaan itu yang telah membuat aku menutup hati dan tak mau menatap siapa yang telah berada disampingku ketika aku jatuh.Jika dari dulu hingga sekarang aku masih belum mengikhlaskan orang yang dulu aku sayangi dimiliki oranglain, pantaskah aku menyebutnya hanya obsesi cinta??? Bukan keikhlasan cinta??? Tapi kini berbeda, sangat berbeda!


Walau awal aku merasa kita tak sejalan, tapi kini aku mulai merasa aku bisa berjalan disampingnya. Jika dulu aku sering mengatakan aku tak bisa berubah menjadi seperti yang dia inginkan, mungkin sekarang aku bisa melakukan semua itu deminya.





You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.