Selamat malam mendung yang masih menyelimuti langit. Tampaknya kau sangat nyaman berada diantara bintang-bintang dan cahaya bulan. Ah tak usah bertanya, aku tahu itu.

Malam ini bukan malam-malam yang spesial menurutku, entah aku merasakan seperti itu. Seharusnya aku bahagia hari ini, tentunya jika cinta itu masih utuh seperti dulu. Ya.. jika masih utuh!
Mungkin bintang tahu akan hal itu, karena aku tak pernah bisa menyembunyikan bahagiaku darinya.
Bahkan bulan juga tahu, karena aku tak pernah bisa menyembunyikan kesedihanku darinya.
Hingga mendungpun tahu, karena ia membantuku menyembunyikan airmataku dengan rintik hujannya.
Seharusnya.. seharusnya.. dan seharusnya aku tak perlu lagi mengingat cinta yang hampir aku lupakan ini. Namun kehadiranmu membuat kemunafikan dalam diriku. Cinta yang begitu dalam, yang begitu tulus, dan yang begitu aku jaga sudah terlanjur aku hapus secara perlahan. Dan kini kau hadir kembali untuk yang kesekian kali. Entah mewarnai dengan nyata atau dengan semu belaka. Memang cinta itu masih ada, tapi cinta itu telah hancur dan tak kan kembali seperti semula walau sekuat apapun aku menyatukannya.
Rasa bahagia ketika berdua denganmu, itupun masih ada. Namun itu hanya sisa-sisa bahagia dahulu ketika cinta itu masih utuh.

Dan kini, aku tak tahu lagi harus bagaimana...
Terjebak dalam permainanmu dan merekatkan kembali kepingan cinta yang rapuh..
Atau terus menghancurkan cinta ini dan membuangnya jauh-jauh...
Diberdayakan oleh Blogger.