Masih dalam cerita panjang yang bersambung, menunggu lelehnya buliran-buliran bening, menunggu seminya bunga warna-warni. Hai mentari pagi betapa senang ketika melihat cahayamu menyilaukan mataku  lagi. Aku senang malam ini akhirnya aku masih bisa jatuh cinta lagi, walaupun pada dasarnya aku tak pantas menggunakan kata 'akhirnya'. Mungkin setelah sekian lama musim dingin itu membekukannya, ia menutup pintunya rapat-rapat untuk siapa saja yang ingin masuk. Namun sekarang, karena mentari itu lagi menerobos lorong-lorong beku didalamnya maka untuk alasan apa ia berani membuka pintu dan mempersilahkan seseorang masuk dan singgah didalamnya.
Aku?? sesungguhnya aku belum memberanikan diriku bertanya 'untuk alasan apa aku menyayanginya?'. Tatapan mata itu sungguh merindukan, menyibak satu persatu dedaunan yang menutupi hatiku. Kesekian kali membiarkan seseorang masuk namun alhasil masih nihil tak terjadi apa-apa. Tapi kamu... Kamu dengan sesuatumu entah sesuatu itu apa dan bagaimana, telah memberiku senyuman dan kenyamanan yang berarti. Memang musim dingin sudah berganti, menjadi musim semi yang indah penuh bunga bermekaran layaknya hatiku saat ini.
Sekali lagi. Hai seseorang, diam-diam aku selalu merindukanmu tiap malam. Diam-diam aku selalu memandangi gambaran wajahmu di ingatanku. Diam-diam aku mulai mengasihimu tanpa alasan. Diam-diam aku ingin memelukmu setiap waktu. Masih dalam malam aku nyatakan aku menyayangimu. Walau kau tak pernah tahu, walau kau tak pernah percaya. Bukan karena apa-apa aku menyayangimu namun karena telah terjadi sesuatu yang tak bisa dijelaskan didalam hati ini. Aku sungguh berharap musim dingin tidak datang untuk mengusirmu, akan tetapi aku berharap musim dingin datang untuk menghangatkanmu di dalam sini. Karena sesungguhnya musim dingin pun sudah berganti...
PESMABA.. mungkin bagi maba-maba (mahasiswa baru) kata ini sudah tak lazim lagi untuk diucapkan. Yah memang ini sebutan baru untuk ospek di perkuliahan, maklumlah semuanya serba baru tahun ini.
Memang melelahkan, tapi banyak cerita didalamnya. Tanpa terkecuali yang satu ini nih, yang sering kali dialami maba setiap tahunnya. Cinlok. Yaps betul! Cinta Lokasi hahahha
Cinta lokasi ini banyak terjadi dikalangan maba pada saat kerja kelompok atau pada saat kegiatan berlangsung. Namun seperi namanya, cinta lokasi terkadang hanya bertahan hingga acara pesmaba selesai saja. huuuu
Untungnya aku tidak hehhehe mungkin karena teman-temanku gokil-gokil kali ya :D
Ada lagi satu momen yang pasti terjadi, tak hanya di areal perkuliahan saja melainkan di dunia sekolah juga ada.'Ngefans Kakak Tingkat'. Iya toh? hahhah
Nah kalau yang ini jangan ditanya lagi, ya jelaslah aku mengalaminya. huahaha
Secara kakak tingkat di fakultas teknik khususnya beh gila men gamal-gamal semua cooyy (alias ganteng maksimal) hahaha
Ada nih kakak tingkatku yang gamal banget, perfek deh pokoknya sebut ajah Mr.Q. Kakak ini kece badai, postur tubuh mendukung, wajah 100% gamal, kulit putih, potongan rambut keren, suaranya tegas, dan memilik kedudukan penting di Senat Fakultas. Tuh kurang lengkap apa coba, jadi penasaran ceweknya kayak apa ya? denger-denger sih udah punya pacar :)
Nggak kaget juga sih cowok seperfek itu punya pacar hihihi
Nah ada satu lagi nih, kakak pendamping yang mungkin umur nggak jauh beda sama ane. Kalau kakak yang ini perawakannya agak kurus, sedikit item, rambut standard, dan mungkin biasa aja. Eits tapi jangan salah dia punya tatapan mata yang sayu loh, itu yang bikin dia beda menurut penilaianku. keliatannya dia orang yang sabar, baik, dan sopan, sebut saja Mr.N. Kakak ini memang tidak seperfek Mr.Q, namun kakak ini bikin sesuatu terjadi di *dalam sini, entahlah itu apa. Tiap keliatan langsung deh serasa melayang hahahaduuh. Tapi sayang aku nggak bisa foto sama dua-duanya, huuufft nasib.

 Yah mungkin itu sedikit verita dari pesmabaku, lainkali kalau ada cerita menarik lagi kita sambung yaa.. bye!
Kata orang dunia SMA adalah dunia dimana kita menulis kenangan-kenangan paling manis selama kita berstatus remaja. Memang, aku merasakannya sendiri sekarang. Mungkin hari ini adalah awal langkahku untuk meninggalkan semua kenangan-kenangan itu. Bukan untuk di tenggelamkan dalam lautan masa depan tapi lebih indahnya untuk dijadikan film termanis yang pernah kita perankan.

Adakalanya aku merasa bosan dengan kehidupan SMA yang hanya bermasalah pada itu-itu saja, bermasalah dengan orang itu-itu saja. Akan tetapi keinginan terbesarku kini bukan untuk meninggalkan masa ini, melainkan untuk terlahir kembali dalam dunia warna-warni. Dunia dimana aku belajar banyak hal, tidak hanya dari guruku namun dari teman-temanku, sahabatku, bahkan musuhku sekalipun.

Masalah perbedaan pendapat itupun sudah biasa menurutku, bukankah itu menjadikan hidup ini lebih berwarna? Persahabatanku di SMA memang sangat sangat indah, aku bersyukur sempat memiliki mereka sebagai penyemangatku, penasihatku, bahkan pelindungku. Mereka sahabatku yang telah menopang aku ketika aku terperosok jatuh kedalam masalah dalam hidupku. Entahlah apa yang terjadi pada diriku jika mereka tak datang dan berdiri tepat disisiku hingga sekarang.

Begitu pula mengenai percintaan SMA, semua itu ibarat berjalan di tengah kegelapan. Harus berpegangan pada apapun yang ada didepan kita agar kita tidak terjatuh.

Suatu saat semua itu akan menjadi kenangan, ditertawakan, dan selalu dikenang. Ya, dimulai dari sekarang kenangan-kenangan itu akan menjadi lembaran yang siap ditumpuk di rak masa depan dan akan dibuka untuk diceritakan dikemudian hari :')
Selamat malam mendung yang masih menyelimuti langit. Tampaknya kau sangat nyaman berada diantara bintang-bintang dan cahaya bulan. Ah tak usah bertanya, aku tahu itu.

Malam ini bukan malam-malam yang spesial menurutku, entah aku merasakan seperti itu. Seharusnya aku bahagia hari ini, tentunya jika cinta itu masih utuh seperti dulu. Ya.. jika masih utuh!
Mungkin bintang tahu akan hal itu, karena aku tak pernah bisa menyembunyikan bahagiaku darinya.
Bahkan bulan juga tahu, karena aku tak pernah bisa menyembunyikan kesedihanku darinya.
Hingga mendungpun tahu, karena ia membantuku menyembunyikan airmataku dengan rintik hujannya.
Seharusnya.. seharusnya.. dan seharusnya aku tak perlu lagi mengingat cinta yang hampir aku lupakan ini. Namun kehadiranmu membuat kemunafikan dalam diriku. Cinta yang begitu dalam, yang begitu tulus, dan yang begitu aku jaga sudah terlanjur aku hapus secara perlahan. Dan kini kau hadir kembali untuk yang kesekian kali. Entah mewarnai dengan nyata atau dengan semu belaka. Memang cinta itu masih ada, tapi cinta itu telah hancur dan tak kan kembali seperti semula walau sekuat apapun aku menyatukannya.
Rasa bahagia ketika berdua denganmu, itupun masih ada. Namun itu hanya sisa-sisa bahagia dahulu ketika cinta itu masih utuh.

Dan kini, aku tak tahu lagi harus bagaimana...
Terjebak dalam permainanmu dan merekatkan kembali kepingan cinta yang rapuh..
Atau terus menghancurkan cinta ini dan membuangnya jauh-jauh...
Diberdayakan oleh Blogger.