Senin, 25 Maret 2013
Pukul: 10:15 PM
Kenapa akhir2 ini aku pengen banget teriak2 di tempat terbuka, kyk ada beban yang aku rasain tapi, tapi aku juga nggak tau itu beban apa. Entah beban mental atau beban batin yang jelas aku pengen banget teriak. Terus tentang perasaan itu tiba2 juga muncul gitu ajah akhir2 ini, terus waktu aku liat dia kok rasanya kyk gimana gitu, kesel sih sbenernya ngerasa kyk gini lagi. Aku kn uda janji sma diriku sendiri kalu aku gak bakal suka sma anak itu lagi, bukan gitu sih maksud jelasnya. Lebih jelasnya aku gak bakal ngulangi kesalahan yang kedua kalinya berhubungan sama dia, ya walaupun perasaanku gak bakal bisa ilang 100%, huufftt..

Cerita sma fira kok rasanya makjleb banget smpek nyaris ngeluarin airmata, tiba2 serasa keinget masalalu itu, sakit itu ada lagi. Kenapa ya  kok aku ngeliat ada cinta pas waktu dia curi2 pandang ke aku, dan setiap kekasihku menyatakn kalau dia sayang banget sma aku, aku ngerasa ini semua gak adil buat aku.  Iya gak adil!!! Tau gak kenapa?? Dia masih punya banyak kesempatan untuk mempertahankan orang yang dia sayangi, tapi sementara aku??? Aku gak pernah punyak kesempatan itu. Selalu mengalah untuk oranglain, selalu berbagi orang yang aku sayang kepada orang lain. Kapan aku bisa bahagia dengan orang yang bner2 aku sayang? Tentunya tanpa beban kyk gini.
Apa?? Tanpa beban kyk gini?? BEBAN aku bilang?? Inikah bebanku akhir2 ini? Apakah menya takan kalau aku sayang rizal itu beban buat aku?? Ya Allah ..


Apa yang sebenarnya yang terjadi padaku? Jujur aja setiap aku inget pesan2 dia ke cewek itu aku merasa sedikit kesel bahkan bisa di bilang yayaya (cemburu). Tapi aku juga tak munfik kalau rasa sakitku kali ini ketika berpisah dengan seorang pacar jauh berbeda dengan sebelumnya.  Tak seberat sebelumnya, tak sesakit sebelumnya, dan tak sedramatis sebelumnya.


Ya Allah ampuni aku jika selama ini aku menghianati kepercayaan kekasihku, membohongi semua perasaanku kalau aku masih nggak bisa sepenuhnya move on my boyfriend..



Maafkan aku A.B.R
               

Secuil Kisahku..


Jangan salahkan aku jika aku seperti ini terhadapmu sekarang! Karena dirimu aku menjadi seperti diriku sekarang. Kau telah mengubah lebih dari 60% bagian dari sifatku, sikapku, dan hidupku. Aku yang dulu tak peduli dengan apa yang  dikatakan orang terhadapku, yang dulu hanya seorang gadis lugu yang mengenal cinta hanya sebatas suka saja. Tak mengenal apa arti kecewa karena seseorang yang paling kita sayang, dan tak mengenal apa arti kata dendam sakit hati.

Mungkin sampai sekarang kau hanya bisa menyalahkanku atas apa yang telah terjadi di masa lampau maupun masa kini. Kau tak pernah melihat kekuranganmu, yang kau tunjukkan padaku hanyalah kelebihanmu yang tak kumiliki. Sehingga kau dapat merendahkanku seenak hati dengan kata-katamu yang manis itu.

Akupun tak pernah tau, sebenarnya apa yang kau inginkan dariku selama ini? Kau dulu datang begitu saja di kehidupanku, memujaku, membelaiku dengan kasih sayangmu yang sekarang ku anggap hanya perasaan semu belaka. Tapi setelah kau menjadikanku benar-benar jatuh cinta denganmu, benar-benar menyayangimu dengan tulus dan kepercayaan yang tak terhitung banyaknya. Kau campakkan aku begitu saja, kau buang aku dengan perasaan tak iba, kau tak tau kan bagaimana rasa sakit yang ku rasakan selama itu?? Kau tak tau kan bagaimana aku menjalani hidupku dengan melihatmu tersenyum bersama orang lain?? Kau bahkan tega menyakiti perasaanku dengan cerita-cerita yang kau rangkai hanya untuk alasan perpisahan kita kepada teman-temanmu.

Kau tau apa yang hanya bisa aku lakukan saat itu?? MENANGIS!!

Ya! Hanya itu yang dapat aku perbuat, hanya itu yang dapat aku lakukan! Berusaha mencari apa kekuranganku? Apa kesalahanku? Sehingga kau begitu jijik kepadaku. Memang aku tak pernah marah, tak pernah curiga, tak pernah melarangmu untuk melakukan apa saja yang kau mau termasuk berhubungan dekat dengan orang lain. Karena yang aku inginkan saat itu hanyalah KEBAHAGIAANMU, tak lebih dari itu. Kau pun sebaliknya melakukan hal seperti itu kepadaku, tak pernah marah, tak pernah mengekangku. Namun aku tak tau alasanmu melakukan hal itu, entah alasan kebahagiaanku juga atau memang kau tak mau mempedulikanku.

Tapi ternyata yang kau lakukan padaku?? Kau mengkhianati kepercayaanku, mengkhianati janji yang kau ucap sendiri, dan menghancurkan impian bersamamu untuk waktu yang ku punya.
Setelah kau lebih memilih oranng lain untuk menjagamu, aku bisa menerima keputusanmu karena aku yakin dia lebih mampu menjagamu daripada aku. Namun kadang aku terlalu munafik untuk mengatakan “aku ikhlas kok kamu sama dia.” Itu bukan berati aku melupakanmu semudah membalikkan telapak tangan, namun melupakanmu seperti mengingat seseorang yang tak pernah aku kenal.

 Jika aku dapat memilih, aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu daripada harus melupakanmu, karena melupakan adalah hal yang paling sulit setelah mengingat, dalam hidupku.
10 bulan, waktu yang mungkin dapat aku tempuh dengan perasaan kosong, dengan secuil sisa-sisa ingatan tentang kenangan manis yang pernah kita lakukan. Aku memilih seseorang yang rela mengorbankan waktunya untuk membuat hari-hariku lebih berwarna, dan memapah aku bangkit dari keterpurukanku karenamu. Dia rela menumpahkan airmatanya, rela menahan sakit hatinya jika aku mulai mengingatmu. Aku tak tau sudah berapa banyak lagi dia patah hati karena ulahku, ulahku yang terkadang masih ingin mengetahui jalan hidupmu dengannya, yang terkadang masih ingin mengetahui kabarmu dengannya.

Menginjak bulan ke-11 aku mulai tak percaya aku bisa berhubungan baik lagi denganmu, tersenyum kala membaca smsmu, tersipu saat kau menatapku. Namun apa yang kurasa tak seperti dulu, tak sesempurna dulu, tak seyakin dulu. Perasaanku sedikit demi sedikit telah mengikis, kau datang lagi di kehidupanku, membuat aku tersenyum kembali walau kau tak sepenuhnya kembali kepadaku. Setidaknya kau dapat sedikit menebus rasa rindu yang selama ini ku pendam dan tak tersampaikan, mengisi kekosongan hati yang tak ku hiraukan.

Tapi semua itu tak berjalan cukup lama, kau buang aku lagi, kau campakkan aku yang keduakali, kau salahkan aku lagi atas apa yang terjadi. Andai kau tau apa yang kurasa, sebuah kekecewaan yang menderu, karena kau begitu berat melepaskan dia karena aku, dibanding kau dulu begitu mudah membuang aku karena dia. Kau tak perlakukan aku seperti itu dulu, memberi kesempatan untuk mempertahankanmu, menarikmu kembali kepadaku. Aku merasakan begitu besar perbedaan kau yang dulu padaku dengan kau yang sekarang padanya.

Dan sekarang, aku tak lagi banyak berharap kepadamu, aku enggan mengusikmu lagi jika kaupun tak mau lagi berhubungan denganku. Aku tak kan pernah bisa memaksamu untuk mencintaiku, entah dulu kau benar-benar mencintaiku atau tidak, dan sekarangpun akan tetap seperti itu. Kau pernah bilang padaku dengan melihatku tersenyum kau akan bahagia, aku harap kau sadar saat mengucapkan itu padaku.

Hingga saat ini pun aku masih tak percaya jika kau bisa sejahat itu padaku, sejujurnya dalam lubuk hati aku percaya kau tak begitu, tak pernah menyakiti, tak pernah mempermainkan walau kenyataannya kau.lah itu. Terkadang banyak orang bilang padaku, aku adalah perempuan bodoh jika tetap menyayangimu, dan kau tau apa jawabanku? Aku hanya bisa menjawabnya dengan SENYUMAN dan berkata “aku nggak pernah bisa benci ataupun marah, karena disinilah kelemahanku.”

By: @riafida

Diberdayakan oleh Blogger.