Ibu.. aku ingin pulang. Untuk kesekian kali ini terlalu sakit buatku. Hukuman macam ini. Aku harus bagaimana lagi bu. Aku bukan orang yg pandai merayu dan membujuk. Bahkan aku takbisa membuat diriku sendiri tegar.

Ibu.. aku ingin pulang. Kehangatan dirumah sungguh lebih menenangkan daripada disini aku kedinginan sendiri.Tak perduli seberapa sering aku bersedih, seberapa keras aku menangis jika itu didekatmu aku merasa lebih tenang dari hari ini. Andai kau tahu bu, tiap malam aku kebingungan dengan apa yg telah kulalui tiap hari. Kadang hari kemarin aku menjadi perempuan paling berharga, tapi hari ini aku menjadi perempuan paling tak diinginkan. Kenapa waktu berlalu begitu cepat disini. 

Ibu.. aku ingin pulang. Aku rindu kemarahanmu yang penuh kasih sayang. Dimana kata-katamu tak begitu menyakitkan hatiku. Jika kutahu kata-kata orang lain lebih menyakitkan seperti ini, aku lebih memilih untuk kau pukul saja dengan tanganmu. Aku lebih memilih berdarah  dari pada harus menahan sakit seperti ini. 

Ibu.. aku ingin pulang. Menjadi gadis kecilmu sungguh seribu kali lebih menyenangkan daripada harus beranjak dewasa seperti ini. Aku lebih rindu pesan singkatmu yang memintaku untuk pulang karena telah larut malam. Ibu, salahkah aku lebih memilih diam atas semua ini. Hukuman macam apa ini bu.. Tak ada lagi kah orang lain yang bisa mengerti aku selain ibu dan Allah Tuhanku? 
Aku butuh seseorang sepertimu yg menemaniku disini. Aku butuh seseorang yang bisa menghiburku. Aku butuh seseorang yang bisa mengerti aku tanpa harus bertanya aku kenapa.

Ibu.. adakah yang bisa menjelaskan kenapa mencintai seseorang bisa sesakit ini? Dan kenapa sesakit ini bu rasanya menjadi perempuan paling direndahkan? Sesungguhnya aku sudah lelah bu dengan keadaanku. Aku hanya ingin menangis didekatmu. Aku hanya ingin bercerita denganmu melalui air mataku. Karena hanya dengan ibu, aku bisa bercerita lewat tangisanku. Hanya dengan ibu tangisanku menjadi begitu berarti. Aku rindu menangis dipelukanmu seperti dulu. 

Ibu.. aku lelah harus menangis sendirian tiap malam. 
Hai mendung, terima kasih ya sudah menemaniku.
Entahlah rasa apa ini yang sedang kurasa, tak bisa dijelaskan.
Marah? Tidak. Aku tidak marah.
Hanya saja perasaan yg tak bisa kujelaskan sekalipun lewat airmata.
Kecewa? Mungkin.
Aku sendiri juga tak tahu persis apakah ini kecewa.
Kalaupun iya, pantaskah aku merasakan ini kepada orang yang paling aku sayang saat ini.
Sayang? Iya. Masih dan makin sayang.
Tapi untuk pertama kalinya aku merasakan kecewa seperti ini karna kecurigaannya.
Ya aku tahu perasaannya hingga dia seperti itu padaku, tapi tak sadarkah dia sudah merendahkanku dengan bercandanya.
Sakit? Iya. Buatnya ini bercanda, tapi bagiku ini menyakitkan.
Berlebihan? Aku tak tahu. Mungkin bagi sebagian orang termasuk dirinya, iya. Sedangkan bagiku ini yg kurasakan memang sakit adanya.
Tapi aku akan baik-baik saja dengan semua ini. Aku akan bertahan. Demi dia.
KAMU..
Someone who can't explained. Someone who can make me crazy in the night. I don't know about you everything in the beginning. You are someone who cared about me with all your adjustment in it. I try to understand what you want everytime. For the first time I found a conviction on yourself. I trust you to protect me, to safe me in everywhere and everytime I need. I just wanna stay on beside him for along time right now, I think.
Masa remajaku memang telah usai. Masa dimana Engkau mempermainkan hatiku sedemikian rupa. Hingga aku ingin tumbuh menjadi dewasa dengan lebih cepat. Aku tau Kau telah mengabulkan doaku, aku berjalan sesuai dengan rencanaku dan izin-Mu. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih atas hal itu. Tapi kenapa setelah aku mulai memikirkan masa depanku, membahagiakan keluargaku, dan tak menggubris masalah hatiku, Kau malah membuatku menjadi seperti ini. Sejujurnya aku lelah dengan semua yang kurasakan selama ini Ya Rabb. Engkau kembali mempermainkan hatiku lagi. Membolak-baliknya kembali. Menjadikan ku seorang yang plin-plan dan tak tau diri. Apa yang harus kulakukan?.. Aku hanya ingin berteman dengan siapapun. Sampai kapan aku harus berpura-pura bahagia bahkan tiap malam aku merasakan kesedihan. Aku sudah lelah menghibur teman-temanku untuk tertawa padahal aku sendiri menangis. Cinta sepihak. Perasaan bersalah. Kenangan masa lalu yang menyakitkan. Semua itu seakan menyerangku secara bersamaan. Apa itu saja tak cukup untuk mengujiku atau menghukumku, Tuhan? Aku mohon, aku hanya butuh dia sebagai sahabat. Hanya sebagai sahabat saja. Jangan timbulkan apa-apa di antara kita. Aku tak ingin berjalan menjauh darinya dan begitu pula sebaliknya. Ya Allah aku mohon, kali ini biarkan aku menggapai impianku tanpa melibatkan hati di perjalananku. Biarkan aku menuju tujuan utamaku untuk membahagiakan keluargaku. Aku serahkan hatiku kepada-Mu Allah, seluruhnya. Ambil semua perasaan ini hingga masa hijrahku berakhir di jodohku nanti. Terkadang aku ingin menjadi orang yang tak tau apa-apa mengenai orang-orang disekelilingku. Tapi sungguh karunia dari-Mu itu tak dapat ku ingkari, bagaimanapun caranya aku harus selalu mencari cara untuk berpura-pura tak tau. Tuntunlah aku Ya Rabb utnuk menjadi orang yang lebih baik, yang tak menyakiti hati siapapun. Dan segera hilangkan perasaan orang-orang yang mengasihiku jika Kau tak mengijinkan aku tuk membalasnya. Karena sesungguhnya tak bisa membalaspun juga rasa sakitnya luar biasa.
I like being independent
Aku suka mandiri

Not so much of an investment
Tak perlu banyak biaya

No one to tell me what to do
Tak ada yang menyuruh-nyuruhku

I like being by myself
Aku senang sendirian

Don't gotta entertain anybody else
Tak perlu menghibur orang lain

No one to answer to
Tak perlu menjawab siapapun


But sometimes, I just want somebody to hold
Tapi kadang, aku ingin seseorang tuk kudekap

Someone to give me their jacket when its cold
Seseorang yang memberiku jaket mereka saat dingin 

Got that young love even when we're old
Miliki cinta muda meski saat kita tua

Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Yeah kadang, aku ingin seseorang yang menggenggam tanganku

Pick me up, pull me close, be my man
Menjemputku, mendekapku, jadi kekasihku

I will love you till the end
Aku kan mencintaimu hingga akhir hayat


So if you're out there I'd swear to be good to you
Maka jika kau di luar sana, aku bersumpah kan bersikap baik padamu

But I'm done lookin', for my future someone
Tapi aku tak mau mencari seseorang itu

Cause when the time is right
Karena saat waktunya tlah tepat

You'll be here, but for now
Kau kan ada di sini, tapi untuk saat ini

Dear no one, this is your love song
Wahai entah siapa, inilah lagu cinta untukmu

I don't really like big crowds
Aku tak benar-benar suka keramaian

I tend to shut people out
Aku lebih suka menyingkir dari orang-orang

I like my space, yeah
Aku suka ruangku

But I'd love to have a soul mate
Tapi aku senang punya belahan jiwa

And God'll give him to me someday
Dan Tuhan akan memberikan dia padaku kelak

And I know it'll be worth the wait
Dan aku tahu itu kan layak ditunggu

Assalamualaikum kamu yang disana, kuucapkan salam rindu padamu yang tak tahu entah dimana. Ibarat pepatah 'Seperti pungguk merindukan rembulan' namun pungguk masih dapat melihat rembulan. Bagai siang dan malam, namun siang masih bertemu malam di kala senja tiba. Merindukanmu cukup melelahkan, namun apadaya ku yang hanyalah hamba dengan banyak kekurangan di dalamnya.
Merindukanmu adalah salah satu bagian dari hidupku yang harus aku syukuri bagaimanapun keadaanku. Andai rindu ini dapat beristirahat sejenak, akan aku letakkan ia untuk mengurangi sesak di dada yang terkadang membuat aku menangis hanya untuk sebentar saja. Namun aku tak bisa, rindu ini masih menggelayutiku mencari tempat aman dalam tidurku hingga aku terbangun kembali. Andai saja ada sebuah pesan yang lebih nyata dari 'doa' dan yang dapat terlihat jelas dari 'angan-angan' maka aku ingin mengirimkan semua pesan rinduku ini padamu sekarang. Lagi-lagi semua itu tak dapat kulakukan karena aku tak tau kau dimana. Andai saja Penjaga hatiku menunjukkan dirimu, aku takkan merindu seperti ini.
Hanya saja aku harus bersabar sedikit lagi untuk bertemu denganmu, melepaskan rinduku padamu, bermandikan airmata bahagia dipelukanmu nanti. Memang saat ini aku dalam kebingungan hebat, manakah manusia yang dapat menjagaku setulus orangtuaku, manakah manusia yang dapat menuntunku untuk lebih dekat dengan Penjaga hatiku disaat aku rapuh, manakah manusia yang tidak merusak hidup kakak kebanggaan adikku.
Dunia ini terlalu sepi untuk kutangisi sendiri tanpa dirimu. Aku percaya, sekarang dirimu masih melewati ujian memperbaiki diri untukku, untuk menjadi imamku, untuk menjadi ayah dari keturunanku. Dan aku pun begitu. Kelak ketika kita bertemu, aku akan mengenalimu bahwa kau lah memang seseorang yang diciptakan untuk menyempurnakan diriku.
Aku merindukanmu. Jodohku.

Merasakan semilir angin malam di kota kelahiran membuatku merasakan kembali ingatan lama yang sedikit demi sedikit menyeruak menampakkan dirinya. Aku telah melupakannya sejak setahun belakangan ini, semenjak kita tak pernah bertemu kembali. Aku pikir, aku telah keluar dari belenggu masalalu yang pernah menjerat kehidupanku di masa sekolah. Terkadang aku sering tersenyum mengingat dulu kenangan-kenangan manis bersamamu, hingga tidur mengantarku. Namun aku tahu, mungkin sekarang kau juga telah melupakan aku seperti yang ku lakukan padamu selama ini. Aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri, karena aku menganggapmu sebagai luka lama yang teramat susah untuk disembuhkan. Andai kau tahu, sekarang aku merindukanmu. Sungguh aku ingin bertemu denganmu hanya untuk sekedar bersapa 'hai' dan bertanya kabarmu.  
Entah apa yang direncanakan Allah SWT selanjutnya aku tak tahu, hanya ini yang ku rasakan sekarang. Walaupun perasaan ini tak sesempurna dulu, tapi aku hanya ingin melihatmu. Hanya itu rob. Aku sangat mengeri, merindukan orang yang telah melupakan kita sangatlah sulit adanya. Aku bahkan dulu pernah berjuang, namun sekarang tidak untuk di bahas lagi.
Aku ingin berteman lagi dengan mu, aku akan sangat bahagia bila doa ku ini terkabulkan oleh Tuhan ku Allah SWT.
Diberdayakan oleh Blogger.