Mengapa kau pergi disaat aku mulai mencintaimu???

Pertanyaan itu terus saja menghantui pikiranku hingga saat ini, namun aku sendiri tak tahu kenapa bisa seperti itu. Mungkin jika kebanyakan orang sering mengatakan kalau cinta itu bisa datang karena terbiasa, sekarang aku berkata “benar”.

Ya! Benar! Cintaku datang disaat aku sudah terbiasa denganmu. Tapi disaat kebiasaan itu datang bersama cinta, kamu malah membuat aku merasa sudah saatnya aku mengakhiri hubungan ini.  Entah saat itu apa yang aku pikirkan tentangmu, entah aku merasa takut luka yang lalu terulang kembali atau aku merasa tak ada lagi perasaan denganmu. Yang jelas aku ingin mengakhiri semuanya.


Benarkah cintaku datang bukan pada waktu yang tepat?? Atau mungkin lebih jelasnya terlambat?? Kurasa iya!


Penyesalan memang selalu berada di penghujung, dan jauh hari aku sudah memikirkan itu. Karena disetiap tindakan kita akan mengalami sebuah masa yang namanya ‘penyesalan’ dan itu sebuah hal yang wajar akan terjadi. Memang aku merasakan cintaku kali ini berbeda dari sebelumnya, walau sering aku mengumbar kalau cintaku yang dulu lebih besar dari sekarang.


Tapi entah dari mana aku merasakan ada keikhlasan kali ini, keikhlasan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Jika dulu aku begitu sakit melihat orang yang aku sayang tersenyum bersama oranglain, kini aku merasa bahagia ketika melihat orang yang aku sayang tersenyum bersama oranglain.


Apakah ini yang disebut keikhlasan dalam mencintai????


Benarkah aku sudah mencintainya?? Mungkin pertanyaan itu yang telah membuat aku menutup hati dan tak mau menatap siapa yang telah berada disampingku ketika aku jatuh.Jika dari dulu hingga sekarang aku masih belum mengikhlaskan orang yang dulu aku sayangi dimiliki oranglain, pantaskah aku menyebutnya hanya obsesi cinta??? Bukan keikhlasan cinta??? Tapi kini berbeda, sangat berbeda!


Walau awal aku merasa kita tak sejalan, tapi kini aku mulai merasa aku bisa berjalan disampingnya. Jika dulu aku sering mengatakan aku tak bisa berubah menjadi seperti yang dia inginkan, mungkin sekarang aku bisa melakukan semua itu deminya.



Hai guys, ketemu lagi sama guaa muehhehh, kali ini mau curcol apa yaa??? Aaaammm.. emmmm.. uummm..

Hhehe santai bro, iyadeh mau curcol tentang si dia lagi.. lanjooott :D


Ketika aku sedang terpuruk dalam keadaan yang bener2 hancur dan berantakan, ada seseorang yang sempat singgah di kehidupanku. Dia mencoba mengenaliku, mengerti posisiku, dan memahami perasaanku karena ia menganggap kini nasibnya sama denganku. Kupikir sampek kapanpun dia nggak akan pernah mengerti gimana rasanya jadi aku sekarang. Mencintai dengan setulus hati, dan aku yakin inilah yang disebut cinta.


Hari demi hari ia semakin mencoba mengenalku lebih jauh dan dalam, seperti mempelajari sesuatu yang menarik dalam diriku. Dan akupun mulai menikmatinya, aku nggak munafik klo hanya mengatakan dia jauh beda seratus depan puluh derajat dengan myfirstlove. Dia perhatian, cukup perahtian, dan bisa dibilang saaangat perhatian. Kupikir apa salahnya mencoba membuka hati untuknya, toh memang kenyataanya dia baik. Setelah kuranglebih 2 bulan kami saling kenal, akhirnya…. (backsound: jreng..jrengg..jreeenngg)


Kami jadian..


Yaapp pacar yang kesekian kalinya, dan lagi-lagi berinisial R.. (heran guaa?? :O). Bulan pertama hubngan kami baik, bulan kedua semakin membaik, bulan ketiga sedikit ada benturan antara sifat kami berdua. Yah, sifat kami memang berbeda bisa dibilang saaaangat amat berbeda. Dia begitu pengertian, perhatian, sabar,( tapi aku menyebutnya agak protektif) sedangkan aku, cuek, nyebelin, kadang sabar kadang juga nggak sabar. Tapi entah dengan ilmu apa kami bisa bertahan hingga bulan ke-empat dan..


Bulan kelima..Hubungan kami mulai goncang, disulut api kebohongan yang timbul dari diriku. Yah lagi-lagi diriku yang memulai masalah baru. Tak dapat dipungkiri jika seorang wanita yang hatinya terlanjur sakit parah biasanya rentan akan kasih sayang seorang pria. Bingung??? (hahahha makanya tanyak doong :p).


Maksudnya begini, pada saat itu dia sedang pergi dengan teman2nya. Mungkin dia sibuk atau apa sehingga jarang mengabari aku, dan itu berlangsung kurang lebih 2 hari. Saat itu muncul keadaan baru yang membuat kebohongan besar terjadipada diriku. Aku membohonginya, membodohinya, dan menutupi kebusukanku dengan perhatianku terhadapnya.Namun semua itu tak berlangsung lama, hatiku tak kuat lagi menahan rasa bersalah yang amat sangat menyiksa. Akupun jujur padanya, aku telah menipunya! Tapi apa yang terjadi??? (hayoo apaaa?? :p).


Dia memaafkanku! Dia tetap tersenyum walau aku tau hatinya begitu sakit menahan marah. Aku sadar setega itukah aku melihat kekasihku tersakiti??? Aku telah bersalah,amat bersalah. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali kepadanya dan meninggalkan yang lain. Kami mulai memperbaiki hubungan, membangun kepercayaan kembali yang sempat aku robohkan dengan egoku. Hingga hubungan kamipun berangsur membaik hingga bulan ke tujuh.


Menginjak bulan ke delapan hubungan kami goyah kembali di terpa angin tak sedap. BBM (Blackberry Mesenger) telah menjadi perbincangan hangat di masalah kami kali ini. Hingga aku tak ingin lagi meneruskan hubungan ini!


Ku pikir selama hampir delapan bulan aku berjuang melawan antara hati dan pikiran hanya demi melupakan yang lalu dan memberi kebahagiaan pada yang baru. Dia tak tau bagaimana perjuanganku mempertahankan hubungan ini dengan hati yang terkadang masih merindukan yang lalu?? Perjuangan demi menyembuhkan luka yang terlalu parah untuk di sembuhkan dalam waktu kurang dari setahun. Cinta pertamaku telah berkhianat dan melanggar janjinya. Kini luka yang sedikit demi sedikit telah sembuh akan kau lukis lagi dengan luka baru yang beratas nama dirimu??


Aku pikir mengakhiri hubungan ini adalah jalan terbaik sebelum aku terluka parah yang kedua kalinya dengan orang yang berbeda. Aku tak tau dia senang ataupun susah dengan keputusanku ini. Tak ada lagi kepercayaan diantara kita, tak ada lagi kata menghargai diantara kita. Yang ada hanyalah kebohongan yang telah aku lakukan dan kini giliran dia yang melakukan. Akhirnyaa..


Kamipun putus..                                                                                                                                                                                  By: @riafida


3 kali pacaran aku gak pernah bener-bener ngerasain gimana jatuh cinta sama seseorang yang, selama 3 kali itupun aku masih belum yakin apa aku sudah merasakn yang namanya cinta apa gak. L
Ketika itu bangku terakhir SMPku menunjukkan cinta yang sebenarnya pada seseorang, mungkin bisa dibilang temanku. Mengapa aku bilang cinta?? Bukan saat itu juga aku merasakan, namun hingga sekarang menjelang akan duduk di bangku terakhir pun aku masih belum bisa melupakan sepenuhnya.
Apa yang aku rasakan saat itu berbeda dengan apa yang aku rasakan pada saat berpacaran dengan ke 3 cowok sebelumnya. Semuanya terasa indah dan bahagia, tak pernah merasakan sedikitpun perasaan bosan ataupun ingin jauh melainkan hanya ingin selalu di dekatnya. Bahkan ketika aku merasa akan hidupku akan berakhir yang aku takutkan hanya 1, tak bisa melihat senyumnya di hari esok. L
Namun semuanya tak akan percaya dengan apa yang aku rasakan saat itu. Aku tak pernah mengharap ia membalas perasaanku yang begitu dalam terhadapnya, yang hanya aku ingin dia tau kalau aku masih mempunyai perasaan kepadanya. J
Akupun tidak peduli ketika dia harus menyakitiku demi menemukan kebahagiaannya sendiri, aku rela menangis agar dia selalu tersenyum. Aku juga tak pernah mengharapkan permintaan maafnya atas semua kesalahan yang pernah ia lakukan kepadaku. Tapi yang aku harapkan darinya ketika aku meminta maaf atas semua keselahanku kepadanya, ia mau memaafkanku dan memberiku sebuah senyumannya. Bagiku semua itu lebih dari cukup.
Aku tak memaksamu untuk selalu ingat kenanganmu bersamaku, tapi perlu kamu tau sampek kapanpun aku gak akan pernah bisa lupa dengan kenangan kita yang menurutku kenangan paling indah dengan orang yang pertama aku cintai di dalam hidupku selain kedua orangtuaku dan adikku. J

                                                                                                                                                                               

PURGAL
Jaman sekarang lagi ngetren banget tuh yang namanya GALAU. Dikit-dikit galau, ditinggal pacar galau, gak punya pacar galau, di cuekin pacar galau, gak punya gebetan galau, dimarahi nyokap-bokap galau, nilai ulangan jeblok galau, gak punya duit galau. Pokoknya semua yang kita rasain dan menurut kita gak enak dipikiran maupun di hati itu kita namakan GALAU, iyee kan?? (hayoo ngakuuuu :D)
 Banyak juga versi arti dari kata tersebut, yah namanya ajah anak muda getooo (hahhahh :P) pastilah kreatip banget kalau mengartikan kata-kata semacam ini. Tentunya kalian pasti pernah kan ngumbar-ngumbar kata ini dalam kehidupan kalian?? Kalau gak pernah berarti kalian villager banget, alias ndesoh :D
Namun terkadang galau karena putus cinta cuma di buat formalitas ajah. What?? Formalitas ajah??
Iya formalitas ajah, mereka sebenernya gak bener-bener galau kok karena putus sama pacarnya guys, itu Cuma trik mereka ajah supaya gak dikira selingkuh, betul gak kawan?? (bener bangeeett,prokprokprok J).
Biasanya cara yang mereka gunakan untuk mengungkapkan rasa Purgal (pura-pura galau) mereka dengan berbagai macam cara, salah satunya update status di pesbuk, twitter, ataupun di BBM (bagi yang punya BB ajah yeee,hehehhh). Dengan gitu kan semua orang pasti nganggep dia nyesek banget setelah putus sama pacarnya. Udah gitu tinggal nunggu ajah dah kapan si pacar yang mutusin di serbu sama temen-temennya dengan berbagai pertanyaan yang intinya nyudutin banget. (hey, kepo banget kalian! :P)
Kalau udah gitu,mulai deh yang di putusin bertingkah macem-macem seenak jidatnyee, gak ada tuh status galau-galau lagi, apalagi status yang intinya pengen balikan. (huuuu, dijamin gak bakal ada! Garansi dah :/ ) yang ada malah status falling in love.lah, kasmaran.lah, pedekate.lah, ini.lah, itu.lah dan yang paling ngeselin itu saat ada yang tanya | kenapa statusnya ganti? Kayak jatuh cinta gitu :D| trus dia jawab |iya nih,nyobak move on heheh |
Apa lo bilang??? MOVE ON??? Heh lo!! Jadi orang gak punya malu banget sih, kemaren sok-sok.an galau badai, jatuh gak bisa bangkit lagi, tenggelam di lautan apa tuh? (ah lupa guaa!!), trus tersesat-tersesat gitu di hutan (salah sendiri gak bawa kompas :D), iiuuhhh ngalay banget kan—“
Lagian yang namanya move on kan gak harus di jabar-jabarkan lewat status mas bro mbak broo, iya gak sih?? :/
Hellooo cuma buat pamer ajah gitu sama mantan kalau kamu lebih dulu dapet gebetan baru?? Atau supaya mantan ngerasa nyesel udah mutusin kamu?? Hahahahh itu mah udah basi teman!!
Okeh kalau itu keinginan kalian, bisa kok buat si dia nyesel, gak perlu purgal dan alay-alay.an cukup dengan kalian tersenyum tiap bertemu sama dia, beres kan? Dijamin guys, semua juga bakal ngerasa nyesel kok kalau udah mutusin seseorang, itu rasa manusiawi kawan! J
So guys, kalo kalian putus cinta tuh gak usah yang berlebihan gitu. Semua pasti pernah ngerasa.in kok kayak gimana dihianati sama orang yang kita sayang, semua rasanya sama, sakit!
 Gak perlu jugalah yang purgal-purgal gitu teman, untungnya apa cobak?? Gak ada kan?? Yang ada malah kalian di kira pura-pura lemah dan gak tau malu. Mungkin bisa jadi malah ada yang nganggep kalian selingkuh. (hayo pilih manaa? :D)
Well, mulai sekarang ayo koreksi diri kalian masing-masing guys, bahasa kerennya introspeksi diri.  Bye J
                                                                                                                                                                By: @riafida
Senin, 25 Maret 2013
Pukul: 10:15 PM
Kenapa akhir2 ini aku pengen banget teriak2 di tempat terbuka, kyk ada beban yang aku rasain tapi, tapi aku juga nggak tau itu beban apa. Entah beban mental atau beban batin yang jelas aku pengen banget teriak. Terus tentang perasaan itu tiba2 juga muncul gitu ajah akhir2 ini, terus waktu aku liat dia kok rasanya kyk gimana gitu, kesel sih sbenernya ngerasa kyk gini lagi. Aku kn uda janji sma diriku sendiri kalu aku gak bakal suka sma anak itu lagi, bukan gitu sih maksud jelasnya. Lebih jelasnya aku gak bakal ngulangi kesalahan yang kedua kalinya berhubungan sama dia, ya walaupun perasaanku gak bakal bisa ilang 100%, huufftt..

Cerita sma fira kok rasanya makjleb banget smpek nyaris ngeluarin airmata, tiba2 serasa keinget masalalu itu, sakit itu ada lagi. Kenapa ya  kok aku ngeliat ada cinta pas waktu dia curi2 pandang ke aku, dan setiap kekasihku menyatakn kalau dia sayang banget sma aku, aku ngerasa ini semua gak adil buat aku.  Iya gak adil!!! Tau gak kenapa?? Dia masih punya banyak kesempatan untuk mempertahankan orang yang dia sayangi, tapi sementara aku??? Aku gak pernah punyak kesempatan itu. Selalu mengalah untuk oranglain, selalu berbagi orang yang aku sayang kepada orang lain. Kapan aku bisa bahagia dengan orang yang bner2 aku sayang? Tentunya tanpa beban kyk gini.
Apa?? Tanpa beban kyk gini?? BEBAN aku bilang?? Inikah bebanku akhir2 ini? Apakah menya takan kalau aku sayang rizal itu beban buat aku?? Ya Allah ..


Apa yang sebenarnya yang terjadi padaku? Jujur aja setiap aku inget pesan2 dia ke cewek itu aku merasa sedikit kesel bahkan bisa di bilang yayaya (cemburu). Tapi aku juga tak munfik kalau rasa sakitku kali ini ketika berpisah dengan seorang pacar jauh berbeda dengan sebelumnya.  Tak seberat sebelumnya, tak sesakit sebelumnya, dan tak sedramatis sebelumnya.


Ya Allah ampuni aku jika selama ini aku menghianati kepercayaan kekasihku, membohongi semua perasaanku kalau aku masih nggak bisa sepenuhnya move on my boyfriend..



Maafkan aku A.B.R
               

Secuil Kisahku..


Jangan salahkan aku jika aku seperti ini terhadapmu sekarang! Karena dirimu aku menjadi seperti diriku sekarang. Kau telah mengubah lebih dari 60% bagian dari sifatku, sikapku, dan hidupku. Aku yang dulu tak peduli dengan apa yang  dikatakan orang terhadapku, yang dulu hanya seorang gadis lugu yang mengenal cinta hanya sebatas suka saja. Tak mengenal apa arti kecewa karena seseorang yang paling kita sayang, dan tak mengenal apa arti kata dendam sakit hati.

Mungkin sampai sekarang kau hanya bisa menyalahkanku atas apa yang telah terjadi di masa lampau maupun masa kini. Kau tak pernah melihat kekuranganmu, yang kau tunjukkan padaku hanyalah kelebihanmu yang tak kumiliki. Sehingga kau dapat merendahkanku seenak hati dengan kata-katamu yang manis itu.

Akupun tak pernah tau, sebenarnya apa yang kau inginkan dariku selama ini? Kau dulu datang begitu saja di kehidupanku, memujaku, membelaiku dengan kasih sayangmu yang sekarang ku anggap hanya perasaan semu belaka. Tapi setelah kau menjadikanku benar-benar jatuh cinta denganmu, benar-benar menyayangimu dengan tulus dan kepercayaan yang tak terhitung banyaknya. Kau campakkan aku begitu saja, kau buang aku dengan perasaan tak iba, kau tak tau kan bagaimana rasa sakit yang ku rasakan selama itu?? Kau tak tau kan bagaimana aku menjalani hidupku dengan melihatmu tersenyum bersama orang lain?? Kau bahkan tega menyakiti perasaanku dengan cerita-cerita yang kau rangkai hanya untuk alasan perpisahan kita kepada teman-temanmu.

Kau tau apa yang hanya bisa aku lakukan saat itu?? MENANGIS!!

Ya! Hanya itu yang dapat aku perbuat, hanya itu yang dapat aku lakukan! Berusaha mencari apa kekuranganku? Apa kesalahanku? Sehingga kau begitu jijik kepadaku. Memang aku tak pernah marah, tak pernah curiga, tak pernah melarangmu untuk melakukan apa saja yang kau mau termasuk berhubungan dekat dengan orang lain. Karena yang aku inginkan saat itu hanyalah KEBAHAGIAANMU, tak lebih dari itu. Kau pun sebaliknya melakukan hal seperti itu kepadaku, tak pernah marah, tak pernah mengekangku. Namun aku tak tau alasanmu melakukan hal itu, entah alasan kebahagiaanku juga atau memang kau tak mau mempedulikanku.

Tapi ternyata yang kau lakukan padaku?? Kau mengkhianati kepercayaanku, mengkhianati janji yang kau ucap sendiri, dan menghancurkan impian bersamamu untuk waktu yang ku punya.
Setelah kau lebih memilih oranng lain untuk menjagamu, aku bisa menerima keputusanmu karena aku yakin dia lebih mampu menjagamu daripada aku. Namun kadang aku terlalu munafik untuk mengatakan “aku ikhlas kok kamu sama dia.” Itu bukan berati aku melupakanmu semudah membalikkan telapak tangan, namun melupakanmu seperti mengingat seseorang yang tak pernah aku kenal.

 Jika aku dapat memilih, aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu daripada harus melupakanmu, karena melupakan adalah hal yang paling sulit setelah mengingat, dalam hidupku.
10 bulan, waktu yang mungkin dapat aku tempuh dengan perasaan kosong, dengan secuil sisa-sisa ingatan tentang kenangan manis yang pernah kita lakukan. Aku memilih seseorang yang rela mengorbankan waktunya untuk membuat hari-hariku lebih berwarna, dan memapah aku bangkit dari keterpurukanku karenamu. Dia rela menumpahkan airmatanya, rela menahan sakit hatinya jika aku mulai mengingatmu. Aku tak tau sudah berapa banyak lagi dia patah hati karena ulahku, ulahku yang terkadang masih ingin mengetahui jalan hidupmu dengannya, yang terkadang masih ingin mengetahui kabarmu dengannya.

Menginjak bulan ke-11 aku mulai tak percaya aku bisa berhubungan baik lagi denganmu, tersenyum kala membaca smsmu, tersipu saat kau menatapku. Namun apa yang kurasa tak seperti dulu, tak sesempurna dulu, tak seyakin dulu. Perasaanku sedikit demi sedikit telah mengikis, kau datang lagi di kehidupanku, membuat aku tersenyum kembali walau kau tak sepenuhnya kembali kepadaku. Setidaknya kau dapat sedikit menebus rasa rindu yang selama ini ku pendam dan tak tersampaikan, mengisi kekosongan hati yang tak ku hiraukan.

Tapi semua itu tak berjalan cukup lama, kau buang aku lagi, kau campakkan aku yang keduakali, kau salahkan aku lagi atas apa yang terjadi. Andai kau tau apa yang kurasa, sebuah kekecewaan yang menderu, karena kau begitu berat melepaskan dia karena aku, dibanding kau dulu begitu mudah membuang aku karena dia. Kau tak perlakukan aku seperti itu dulu, memberi kesempatan untuk mempertahankanmu, menarikmu kembali kepadaku. Aku merasakan begitu besar perbedaan kau yang dulu padaku dengan kau yang sekarang padanya.

Dan sekarang, aku tak lagi banyak berharap kepadamu, aku enggan mengusikmu lagi jika kaupun tak mau lagi berhubungan denganku. Aku tak kan pernah bisa memaksamu untuk mencintaiku, entah dulu kau benar-benar mencintaiku atau tidak, dan sekarangpun akan tetap seperti itu. Kau pernah bilang padaku dengan melihatku tersenyum kau akan bahagia, aku harap kau sadar saat mengucapkan itu padaku.

Hingga saat ini pun aku masih tak percaya jika kau bisa sejahat itu padaku, sejujurnya dalam lubuk hati aku percaya kau tak begitu, tak pernah menyakiti, tak pernah mempermainkan walau kenyataannya kau.lah itu. Terkadang banyak orang bilang padaku, aku adalah perempuan bodoh jika tetap menyayangimu, dan kau tau apa jawabanku? Aku hanya bisa menjawabnya dengan SENYUMAN dan berkata “aku nggak pernah bisa benci ataupun marah, karena disinilah kelemahanku.”

By: @riafida

Diberdayakan oleh Blogger.