Posting ini khusus buat kalian yang lagi bobok cantik di kelas saat 'Tutor Sebaya' sedang berlangsung (hahahha..)
Hebat banget! salut deh sama kalian :*
 kenapa?? iyah kalian udah nyulap kelas XII-IA4 yang super duper puanasnya nggak ketulungan menjadi *taraaaa [jengjeeengg backsound] sebuah kamar kos yang nyaman banget buat BoPa {bobok pagi} *huwahahahha :p
keren banget pose kalian, pada cantik-cantik :p :p :p
cekidot^^ :..........................................!!!!!!!!!!!!


kwkwkkwkwk..........hahahahhahaha...........

>> This is FAIZ ~ yang gak suka fisika, gak jago kimia, tapi masternya matematika antara aku dan dia :D



>> This is FIRA ~ yang boboknya paling cantik, entah dia jago apa pokoknya buanyak tingkah :p



 >> This is VIVIN ~ paling jago main gitar di antara kami berlima, tapi jago juga kalo ngabisin uang jajan :D



 >> This is SILVI ~ kalo yang ini paling berisi diantara kami berlima, dan paling watados tentunya -_-


dan aku... no pict!! karena aku yang paling rajin di antara kami berlima *hahahha {mudah-mudah beneran}..
syudjah duyu ya guys, semoga kalian tidak meniru adegan diatas karena dapat menyebabkan keplongoran, kepeloan, kebotakan, kegoblokan, kesurupan, kegilaan, dan kekekekeke seterusnya. Bye bye ^^


  by: @riafida            
Hai guys, maaf ya baru bisa posting sekarang soalnya tugas pada numpuk sampek menggunung. huuhhft. Harap maklum yaa hehheh :p
Oke cekidot pliiis! :D posting kali ini dengan episod 'ULTAHKU'

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 19 Oktober 2013 hari Sabtu aku mendapat kejutan yang paaaaaling manis dalam hidupku. Apanya yang tidak? sahabat-sahabatku sudah menata rencananya dengan sangat apik. ya bisa dibilang seperti itu. Bagaimana tidak? tak ada sedikitpun dari mereka yang berbeda sebelumnya, apalagi perilaku yang mencurigakan. Sungguh hebat memang, akting yang sangat menakjubkan kalau menurutku. Dan yang lebih hebatnya lagi, ternyata ada campur tangan dari orang tuaku. Wow banget kan sahabat-sahabatku ini :D

Untuk mempersingkat cerita, ini dia gambar-gambarr yang sempat... mungkin lebih tepatnya sengaja mereka ambil untuk mengabadikan (bahasa kerennya narsis) momen-momen di hari ultahku :p :* {}

ini prepare dirumah fira :/


 Kue ulangtahunkuu :*


 ini waktu yang ulang tahun dikasih surprise tanpa makeup ~ kek pembokat T____T



 yang ulang tahun di dalem lagi nyuci piring :"(


tiup lilin sama-sama :D


 Selamat Ulang Tahun 'Fajariatul Afida' :* ({})







 ini FIRA, makhluk paling buanyak tingkah di bumi :p :D


 ini VIVIN, sangat berambisi mahir main gitar :D


 ini FAIZ, paling narsis diantara yang lain :p


 tuhkannn.. -_-



gak sadar.. :D

Sabtu, 19 Oktober 2013

Hari ini adalah sebagian kecil dari kebahagiaan di hidupku selama aku hidup. Keindahan sebuah persahabatan nampak kembali dari kilas balik cahaya kemilau. Mereka malaikat-malaikat cantikku kembali membawa sepercik kebahagiaan untuk ku kenang.

'Selamat Ulang Tahun Ria...
Ya! hari ini aku berumur 18 tahun, semakin tua dan seharusnya semakin dewasa pula.
Semakin menata diri menjadi lebih baik bersama sahabat-sahabat terbaikku.

Terima kasih malaikat-malaikat cantikku, aku menyayangi kalian :* ({})


by: @riafida
at kelas XI-IPA5 ~ lomba-lomba
 at stan bazar ~ jualan

 at Rumah Aris ~ Ngerjakan mading
at Aula ~ Pondok Ramadhan
at Perpus ~ Ngadem
 at Kelas XII-IPA4 ~ Bosen
 at Perpus ~ rame^^ sma temen^^
 at Aula ~ habis latian nari
at Tangga kelas XII ~ Pelajaran kosong



          Banyak orang  mengatakan cerita SMA lebih indah dan mengesankan dalam hidup sebagian umat yang pernah bersekolah. Awalnya memang aku merasakan suasana SMA tak jauh beda dengan SMP, bahkan menurutku lebih asik sebelum-sebelumnya. No close friend, no best friend, and everything is flat.
          Namun dari situlah aku memulai persahabatan ini. Persahabatan yang di pupuk dengan orang yang tak ku kenal dan akrab, ya walaupun satu sekolah SMP dulu. Mereka adalah teman yang tak pernah ku kenal sebelumnya, dan tak menyangka akan menjadi teman dekatku bahkan lebih dari gelar 'best friend' sekalipun.
Entah bagaimana Allah menciptakan jalanku dengan mereka hingga sedemikian rupa indahnya.
          Mungkin waktu setahun tak cukup menyatukan kita, hingga kitapun ditakdirkan bersama-sama mendiami kelas 11. Duniaku menyenangkan, lebih menyenangkan kalau aku menyebutnya. Aku mulai enggan untuk tak bersama mereka, memang kebiasaan dengan orang yang sama dalam waktu yang cukup lama itu tak baik katanya. Namun aku menikmati ini semua. Sebuah arena kebahagiaan dan menjejalkan pada selebih arti persahabaan adalah kali pertamanya aku lakukan.
          Selama ini aku tak tau, apa iitu persahabatan?? bagaimana persahabatan bisa terjalin?? dan apa yang dirasakan saat sahabat kita tak ada??
Tak pernah tau dan mengerti jika semua itu butuh proses dalam hidupku. ya.. proses dan takdir sebetulnya. Seiring berjalannya waktu, 2 tahun bersama mereka yang sudah aku nobatkan menjadi 'sahabatku' adalah hal terindah selama hidupku berlanjut. Sesungguhnya rasa memiliki ini bukan tumbuh dalam hitungan detik tanpa melewati berbagai tikungan tajam dalam hidupku. Bahkan hitungan 365hari saja harus 2kali berputar hanya untuk menumbuhkan rasa mengasihi, memiliki, mencintai, mengerti, memahami, menyayangi satu samalain.
         Apa yang ditakdirkan Allah sungguh sangat indah, aku dipertemukan kembali dalam satu ruangan untuk setahun kedepan bersama kedua sahabatku ini. Entah Allah merencanakan apa lagi untukku hingga aku diberi kesempatan berkumpul dengan makhluk-makhlukNya yang begitu aku sayangi. Disaat-saat waktu SMAku tinggal menghitung bulan untuk kulewati, aku masih diijinkan memeluk mereka disaat hati ini mendadak terguncang hebat. Hingga suatu ketika aku merasakan rindu yang begitu hebat menjamah batinku. Rindu yang aku sendiri tak mengerti kemana arahnya. Bukan mengarah pada seseorang, melainkan pada mereka berdua yang ingin aku peluk erat kedua pundaknya. Dan kedua tangan mereka yang merangkulku saat airmataku deras membasuh sebagian pipiku.
          Untuk kali pertamanya dalam hidupku aku merasakan rindu demikian, rindu sahabat-sahabatku. Kini hari-hariku seakan indah walau tanpa seseorang spesial sekalipun. Mungkin tidak untuk sekarang, tapi selamanya aku ingin tetap memiliki mereka. Terkadang ingin sekali aku menyombongkan diri kepada mereka-mereka yang membenciku bahwa aku memiliki sahabat yang sangat menyayangiku. Sahabat yang tak rela diriku disakiti siapapun, tak tega hatiku ditarik ulur siapapun, bahkan disentuh oleh manusia-manusia pembohong sekalipun.
           Mereka yang tak dapat dikatakan sebagai malaikat meskipun pengantar kebahagiaanku, penutup kesedihanku, bahkan kemarahanku.Namun selalu ku antarkan doa untuk mereka sahabatku, agar hidupnya selalu bahagia walau suatu saat kita tak saling ada satu sama lain.
           Kalian sahabat terbaik di sepanjang sejarah hidupku. Kenangan-kenangan yang telah kita lukis pada kanvas hidup ini takkan hilang begitu saja sobat. Percayalah. Aku sayang kalian :* {}

*FAIZ FIRA*



by: @riafida                  
Dear, malam ini untuk kesekian kalinya aku merasakan kesedihan yang luar biasa. Entah bagaimana aku bisa seperti ini dan aku mengatakan diriku telah berubah sekarang. Kemana kah sifat jutekku, cuekku, acuhku terhadap hal-hal yang tak ada di sampingku? Buat siapakah aku berubah kini? Ya!.. kini..

Kini memang tak ada seseorang yang spesial lagi di hidupku, dia telah pergi. Mungkin lebih tepatnya aku yang memintanya untuk pergi. Tapi bukan seperti itu yang aku inginkan, aku hanya takut. Takut akan penghianatan yang terlalu dalam kembali menjamah hidupku, hingga hidupku hancur dan hati ini menjadi remuk berantakan.

Mungkin perpisahan itu hanya untuk menenangkan ku sementara, karena emosiku dan traubymaku muncul kembali. Namun dia yang mulai aku sayang setulus hati tak mengerti apa maksudku dengan semua ini. Aku tau semua yang ia lakukan pada dasarnya aku yang memulainya. Aku memang salah, salah besar. Dia yang mencintaiku tak menghukumku seperti ini ketika aku menyakitinya, tapi aku. Aku yang terlalu kejam. Aku yang terlalu tega. Menghukumnya dengan perpisahan ketika aku merasa sakit karena ulahnya.


Aku sakit, memang sakit tapi mungkin dia lebih sakit daripada aku waktu itu. Hingga kini aku yang merasa sakit lebih dari apa yang aku rasakan dulu. Sakit karena perasaan rindu yang mulai menjarah hari-hariku. Sakit karena tak ada lagi yang menyemangatiku, mendukungku, menabahkan hatiku, memelukku ketika aku terjatuh, mengusap airmataku ketika aku menangis.

Terlalu banyak kenangan yang ia lukis dalam kisah hidupku hingga aku tak dapat melupakannya. Memang selama ini aku terlalu bodoh tak membuka hati untuknya, tapi aku sadar seraya berjalannya waktu bersamanya aku mulai menyayanginya, dengan tulus dan dalam. Tapi aku tak menyadari semua itu hanya karena alasan masih ada kehidupan masalalu di hidupku.

Dan kini aku terlalu sakit ketika dia yang dekat di depan mata tapi seakan sangat jauh membentang jarak tak kasat mata. Tak tau apa yang membatasi hingga kita tak lagi saling kenal dan bertatap muka.
Sakit memang, tapi inilah yang aku rasa sekarang. Bahwa aku… merindukannya! T_T

by: @riafida
Mungkin selama ini aku terlalu bodoh dengan semua pilihan yang aku jalani. Tapi inilah kenyataannya, aku memang masih ingin berjalan disini, mempertahankan posisiku di area kenyamanan. Yaitu disampingmu.

Apa yang aku lihat, apa yang aku dengar, tak sejalan dengan hatiku. Ingin rasanya semua itu aku lepas dan aku buang jauh-jauh, tapi hati ini masih berkata 'jangan'. dan untuk kesekian kalinya dia seperti inii padaku, menganggapku rendah dan remeh.

Suatu ketika dia datang membawa harapan, ya! cuma harapan, tapi aku begitu bahagia melihat harapan tersebut hingga tak mengetahui di dalamnya seperti apa. Mungkin selama ini aku belum cukup sadar dengan apa yang telah aku rasakan dan aku lihat. Belum terlalu faham dan mengerti siapa dia dan bagaimana dia.

Tapi semua itu tak lepas dari kata hati yang selalu membelokkanku ke jalan seperti sedia kala. Berjalan pada lorong tak terbatas oleh cahaya dan tak terlihat oleh suara. Otakku mungkin selalu ingin membawaku pada titik kenyamanan yang berbeda dari sebelumnya, namun hati yang selalu menolak perlahan-lahan.

Ketika itu pula tangan dan kaki tak lagi dapat berkata kecuali bersuara 'ya'. dan menuruti saja apa yang di perintahkan. Saat ini lah hatiku sudah sangat marah dan berteriak "BODOH!!".

                                                                                                                             by: @riafida

Diberdayakan oleh Blogger.